Anda harus mengaktifkan JavaScript agar bisa mendapatkan informasi-informasi kami. Atau mungkin browser anda tidak mendukung JavaScript

GPIB "ZEBAOTH" Bogor , Anggota ti Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat - Gereja Protestan di Indonesia bagian Kulon - Protestant Church in the Western part of Indonesia - De Protestantse Kerk Westelijk Indonesie. Anu mangrupa salah sahiji ti 53 jemaat mimiti GPIB di warsih 1948. Gereja ieu perenahna di puseur dayeuh Bogor ti Indonesia sarta mangrupa hiji-hijina gereja anu aya dina lingkungan Kebun Raya Bogor. Peletakan batu kahiji gedong gereja Zebaoth dipigawe dina 30 Januari 1920 sarta dibere wasta Köningin Wilhelminakerk.

SAMPURASUN

WARTOS


     Pelaksanaan Asian Games tinggal hitungan hari. Pembukaan pesta olahraga Asian itu akan dilangsungkan mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 adalah kesempatan kedua yang dimiliki Indonesia sebagai tuan rumah. Sebelumnya pada tahun 1962, Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Baru 56 tahun kemudian Indonesia mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah lagi. Dari banyaknya negara anggota dan atlet-atletnya, Asian Games merupakan event olahraga multicabang terbesar nomor dua setelah Olimpiade (musim panas). Pertama kali dihelat di tahun 1951 di New Delhi, India. Dikelola oleh Asian Games Federation (AGF), sampai Asian Games ke-8 di Bangkok, Thailand (19-22 Desember 1978).

     Menjadi tuan rumah merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan Indonesia, untuk menyaksikan kepada dunia kemajuan-kemajuan yang dicapai Indonesia dalam kurun waktu 50 tahun kemudian. Asian Games yang ke delapan belas (18 Agustus -2 September 2018) di adakan di dua kota Palembang dan Jakarta. Dengan jumlah 45 negara peserta yang sudah memastikan hadir. Ada 40 cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dan diperkirakan 15.000 atlet yang akan mengikuti pertandingan. Sorotan mata internasional, minimal Negara Asia, akan tertuju kepada Jakarta dan Palembang serta kota-kota lain di Indonesia.

     Menpora Imam Nahrawi bersama Menko PMK Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadumuljono, Rabu (17/7) malam ikut mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara Penyatuan Api Kirab Obor Asian Games 2018 di Lapangan Brahma, Candi Prambanan, Yogyakarta. Penyatuan Api obor Asian Games 2018 dari Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India dengan api dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah diharapkan Wapres bisa membakar semangat bagi atlet dan seluruh masyarakat Indonesia untuk sukseskan Asian Games pada 18 Agustus nanti. "Api bermakna semangat, serta memberi simbol semangat bangsa Indonesia dalam menggelar Asian Games 2018," kata JK. "Penyelenggaraan Asian Games ini untuk memperlihatkan kemampuan kita, baik dalam pembangunan insfrastruktur olahraga, dalam mengorganisasi, dan insyaAllah kemampuan berprestasi dalam olahraga. Tiga hal tersebut sangat penting," kata JK dalam sambutan pada acara tersebut.

     Chef de Mission atau Ketua Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018, Syafruddin mengingatkan pentingnya harkat dan martabat Indonesia yang dipertaruhkan pada ajang Asian Games 2018 mendatang. "Kita harus berorientasi kepada harkat dan martabat bangsa. Kita harus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa," ujar Syafruddin di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (8/1/2018). Menurut Syafruddin pada ajang Asian Games tahun 1962 silam Indonesia dengan segala keterbatasannya bisa duduk di peringkat 2 dengan mengoleksi 21 emas, 26 perak dan 30 perunggu. "Maka tak ada alasan pada penyelenggaraan Asian Games pada tahun ini, Indonesia harus bisa jauh lebih berprestasi dibandingkan tahun 1962 silam," katanya.. Pada saat itu kita bisa juara dua, runner up di Asian Games ke-4 di Indonesia dengan segala keterbatasan yang ada," tegas dia. Karenanya kata Syafruddin, saat ini semua pihak harus bersatu dan berjuang agar Indonesia bisa kembali berjaya pada ajang pesta olahraga terbesar di Asia yang digelar empat tahun sekali itu. "Karena itu seluruh anak bangsa harus bersatu. Mari bekerjasama, supaya kita bisa berjuang," ungkap Syafruddin. Saat ini, pemerintah baru menargetkan 20 medali emas untuk mencapai target peringkat 10 besar dalam Asian Games ke-18.

     Memperhatikan spirit yang dipaparkan di atas, menjadi pertanyaan bagi gereja, bagaimana peran atau respon gereja terkait perhelatan akbar Asian Games di mana Negara kita tercinta ini menjadi tuan rumah? Mengacu pada Pemahaman Iman GPIB alinea ke VII tentang Negara dan bangsa dikatakan bahwa, berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga Negara, berbangsa dan bermasyarakat. Oleh karena itu, orang percaya dan gereja wajib menghormati dan menjunjung tinggi kewargaan lahiriah yang melekat pada dirinya dengan melakukan pekerjaan baik “menurut kehendak Allah” (1 Petr 3:17). Salah satu wujud dukungan gereja dalam hal ini adalah dengan menaikkan doa bersama menjelang dan selama penyelenggaraan Asian Games berlangsung. Persekutuan seluruh jemaat-jemaat GPIB yang berdoa merupakan dukungan agar semua persiapan menjelang hari pelaksanaan, selama proses kegiatan bahkan sampai akhir perhelatan Asian Games dapat terlaksana dengan baik, aman, tertib dan lancar. Hal itu diharapkan akan memberi citra baik bagi Negara Indonesia untuk menepis pandangan negative yang sempat tercoreng akibat tindakan teroris dan bom bunuh diri di awal bulan Juni (menjelang Ramadhan) 2018 lalu. Sebagai anak bangsa yang baik orang percaya bersama dengan masyarakat sekitar (secara khusus warga Jakarta dan Palembang) diharapkan mampu menampilkan wajah dan perilaku orang Indonesia yang biasa dikenal ramah, terbuka, ringan tangan dan hati menolong warga asing/atlet sebagai tamu yang dihormati. Itulah bentuk lain cara kita memperlihatkan rasa tanggung jawab sebagai tuan rumah yang baik. Tuan rumah yang mampu mencipatan dan member rasa nayaman kepada para tamu yang selalu dianggap seperti seorang raja dalam sebuah pepatah tua.

     Himbauan untuk menjadikan perhelatan Asian Games ke 18 sebagai bagian pokok doa dalam tiap ibadah-ibadah di jemaat, perlu digiatkan dan diingatkan menjelang, pada waktu pelaksanaan sampai akhir/penutupan Asian Games. Dengan demikian doa-doa yang dinaikkan akan mengawal, memberi semangat dan membawa kesejukan bagi pemangku pelaksana Asian Games dan semua pihak-pihak terkait acara besar tersebut. Lebih dari pada itu Indonesia menjadi Negara yang memberi ruang dan kesempatan bagi Negara-negara di Asia untuk membangun relasi persaudaran yang sportif dan ramah melalui olahraga.



 

     Mengajak jemaat untuk melakukan aksi AYO MENABUNG SAMPAH sebagai gerakan dunia mendukung pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan program 3 R (Reduce, Reuse, Recycling)

  1. Hari menabung ditentukan yaitu :
    • Hari Kamis, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Sabtu, Pukul 14.00 – 17.00
    • Hari Minggu, Pukul 08.00 – 12.00
  2. Petugas yang dapat dihubungi:
    • Bpk. Gustaf Pella : HP 0812-9692-685
    • Bpk. Medi Waluya : HP 0818-273-321
    • Bpk. Japer Situmorang : HP 0813-1903-0359
  3. Pengambilan tabungan pada setiap periode penjualan sampah selesai dilakukan.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan gereja.





GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.



Ruang KMJ

     Pemerintah dihadirkan oleh Allah untuk mewujudkan kasih, keadilan, dan kebenaran bagi rakyatnya. Namun bukan berarti pemerintah tidak dapat menyimpang dan berbuat salah. Kita memang mengharapkan pemerintah yang bersih, baik secara etik maupun moral. Pemerintah yang secara murni melakukan keadilan dan kebenaran. Tetapi perlu diingat, bahwa sistem dan bentuk pemerintahan apapun mempunyai kelemahan dan dapat menjadi peluang terjadinya penyimpangan, manipulasi dan pembelokan kebenaran. Sistem demokrasi yang kita bangun dewasa ini juga mempunyai kelemahan dimana kelompok/golongan mayoritas yang berpengaruh dapat menjadi kekuatan untuk menguasai.

     Dalam kedudukan secara etik dan moral, hakekat gereja lebih tinggi daripada negara/pemerintah. Pemerintah negara sekuler dapat diwakilkan atau dimandatkan kepada orang lain supaya jangan terjadi kekosongan, tetapi pemerintahan Gereja tidak bisa dimandatkan kepada siapapun. Kepala Pemerintahan Gereja adalah Yesus Kristus. Kekuasaan dan kemuliaan-Nya tidak pernah dimandatkan kepada siapapun. Kita tidak bisa mengambil kemuliaan-Nya untuk kita pergunakan bagi diri kita sendiri. Pemerintahan Yesus bukan di bumi melainkan di surga. Ia memerintah dari sana.

     Yesus Kristus sebagai Firman yang hidup harus menjadi tolok ukur dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindakan dalam tatanan berbangsa dan bernegara. Yesus Kristus harus menjadi norma tentang pemberlakuan kebenaran, keadilan dan cinta kasih. Dalam hubungan pemerintah, bangsa dan negara, gereja tidak boleh menjadi ‘corong’ negara dengan melegalkan (membenarkan) segala perbuatan dan kebijakan penyelenggara negara, karena pemerintah dapat saja menyimpang dari citacita gereja, supaya keadilan dan kebenaran benarbenar dapat diwujudkan di bumi ini. Dalam hubungan gereja-negara, gereja harus memposisikan dirinya sedemikian rupa, sehingga gereja diharapkan dapat ‘bersuara’ untuk menyuarakan suara nabiahnya.

     Bila pemerintah telah menyimpang dari cita-cita untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran, maka dengan daya nalarnya gereja harus bersikap kritis, namun disampaikan dengan santun. Dalam bersuara, gereja tidak boleh berpikir hanya untuk kepentingan gereja, tetapi berpikir untuk kepentingan bangsa. Gereja tidak boleh membuat dan membangun tembok-tembok pemisah. Kalau lembaga atau orang lain membuat dan membangun tembok-tembok pemisah, maka gereja tidak boleh ikut-ikutan untuk membangunnya. Karena gereja ada dan hadir untuk dunia seanteronya.

     Hakekat gereja adalah membangun tanda-tanda kerajaan Allah di bumi ini. Suatu pemerintahan dimana Allah sendiri yang memimpin bangsa-bangsa. Dia memimpin dengan damai sejahtera. Demi perdamaian dan cinta kasih, gereja harus bersuara dan ikut berpartisipasi mengambil bagian bagi perwujudan pembangunan tanda-tanda Kerajaan Allah itu.

     Dalam bersuara, gereja jangan bersuara sendiri, sebab dia akan berhadapan dengan “kekuatan besar”. Ini yang sedang ditunggu-tunggu. Kekuatan itu sedang menepuk kita dan mereka ingin kita membalas tepukan itu. Tetapi ingat, gereja jangan terpancing. Sebab gereja ada untuk dunia, sekali lagi gereja jangan membangun tembok-tembok atau sekat-sekat pemisah. Misi gereja adalah membangun tanda-tanda Kerajaan Allah. Kerajaan di bumi ini yang diliputi damai sejahtera dan cinta kasih.

     Dalam menghadirkan damai sejahtera, gereja dapat bekerja sama dengan pemerintah, tetapi dalam kerja sama itu tidak boleh membuat gereja lebih rendah daripada pemerintah secara etik dan moral, karena gereja adalah pendorong, penuntun, dan penasehat, baik terhadap perorangan maupun bagi negara secara kolektif. Sumber motivasi gereja adalah Yesus Kristus. Ia sempurna. Ia bukan hanya membawa damai sejahtera, tetapi juga Ia mengabarkan berita damai sejahtera meliputi seantero dunia, menembus tembok-tembok gereja 

 
 

 
 



Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535.jpg
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

Flag Counter


Woro-woro





SIARAN RADIO GPIB

GPIB telah melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.